Home > Aqidah > Qur’an & Hadits : Pedoman Kehidupan

Qur’an & Hadits : Pedoman Kehidupan

December 26, 2008 Leave a comment Go to comments

quran1Perjalanan untuk menuju akhirat memang sulit untuk ditempuh, tapi dengan kesulitan itulah akan banyak memberi nilai ibadah di dalamnya. Ada rasa sakit, bahagia bersatu dalam sebuah perjalanan menuju-Nya, rasa haru, deraian air mata dalam sebuah pengharapan agar Allah selalu memberi jalan yang benar untuk kita.
Allah sebagai pencipta manusia, tidak akan pernah membiarkan ciptaan-Nya salah jalan, dan Allah memberikan semua pedoman untuk hidup di dunia maupun di akhirat melalui Al-Qur’an dan Al-Hadist, itu bagi orang yang mau ditunjukkan kepada jalan kebenaran, bagi yang tidak, keterpurukan akan selalu mengiringi dalam setiap langkahnya.
Al-Qur’an menurut bahasa adalah”bacaan atau yang dibaca”, sedangkan menurut istilah berarti; kumpulan wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat jibril dan bagi yang mambacanya mendapat pahala. Sedangkan Al-Hadist adalah segala perilaku Nabi Muhammad SAW baik berupa perkataan, perbuatan, dan ketetapannya. Pengertian hadist tersebut identik dengan “sunnah” yang berarti : “jalan atau tradisi juga undang-undang yang tetap berlaku”. Al-Hadist merupakan sumber hukum islam yang kedua setelah Al-Qur’an. Sebagai muslim, disamping mentaati Al-Qur’an juga diwajibkan mentaati apa-apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW (QS.Al-Hasyr:7).
Al-Qur’an dan Al-Hadist, benar-benar menjadi pedoman atau petunjuk dalam melaksanakan segala sesuatu atau berjalan menuju-Nya, seperti:
1.Melakukan ibadah
Dalam melakukan ibadah tidak akan pernah terlepas dari Al-Qur’an dan Al Hadist, baik beribadah kepada Allah secara langsung maupun yang tidak secara langsung,ibadah langsung kepada Allah, seperti : sholat, puasa, haji, dan ibadah tidak secara langsung seperti : berbuat baik kepada sesama, shadaqah dan sebagainya.
Tentunya manusia tidak akan meninggalkan ibadah kepada Allah jika mereka berpedoman pada firman Allah, “Tidaklah Aku ( Allah ) ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku ( Allah )” ( QS.Adzariyat:56 ).
Dalam surat tersebut, kita tahu bahwa kita hidup memang benar-benar untuk selalu beribadah kepada-Nya, dan dalam melakukan ibadah, kita diperintahkan hanya untuk selalu melaksanakannya hanya karena Allah, beribadah seolah-olah Allah melihat kita, Rasulullah Bersabda :
” Beribadahlah kepada Allah ( dalam keadaan ) seakan-akan engkau melihat-Nya, maka jika engkau tidak dapat melihat-Nya,sesungguhnya Dia( Allah ) melihat engkau ( HR.Abu Naim )”.
2. Menghindari Melakukan Dosa
Menghapus catatan harian yang buruk saatnya hanya sekarang didunia, dengan cara mengurangi perbuatan dosa kita, kita tidak akan pernah bisa terhindar melakukan kesalahan, karena kita bukan rasul ataupun malaikat, kita hanya manusia biasa tempat salah dan lupa, tapi setidaknya kita dapat meminimalisir perbuatan dosa kita dengan cara mengiringinya dengan amal kebaikan kita. Sabda Rasulullah, “Bertaqwalah dimanapun engkau berada dan ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya ia akan menghapusnya, dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik ( HR. Ahmad dan Tirmidzi dari Abi Dzar ), dan memohon ampun atas segala dosa yang pernah kita perbuat, karena Allah selalu memberi jalan untuk kita, saat kita melakukan kesalahan, berpedoman pada firman-Nya ” Dan ( juga ) orang-orang yang apabila mengerjakan perbautan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa yang dapat mengampuni dosa selain Allah?…”
( QS.Ali-Imran:135 ).
3.Menghormati Kedua Orang Tua
Allah menciptakan kita, dan Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan kita, diantaranya, dengan memberikan kedua orang tua kepada kita, sebagai bentuk cinta-Nya kepada kita, dan Allahpun selalu menuntun kita untuk terus melangkah, melalui firman-Nya,” Dan Kami perintahkan kepada manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tuanya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihmu dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kedua ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu”( QS.Luqman:14 ). Keridhaan Allah kepada kita terletak pada keridhaan kedua orang tua pada kita, begitupun sebaliknya, yang diperkuat dalam arti hadist dari Abdullah ibn ‘Amru ra, ia berkata: Rasulullah bersabda, “keridhaan Allah berada pada keridhaan kedua orang tua, dan kemurkaan Allah berada pada kemurkaan kedua orang tua (HR. Tirmidzi).
Dari sedikit paparan tersebut, dapat ditarik kesimpulan, bahwasanya Al-Qur’an dan Al-Hadist benar-benar sebagai pedoman hidup untuk manusia. hal itu telah menjadi kesepakatan bahwa sumber pokok hukum islam adalah Al-Qur’an dan Al-Hadist, sebagaimana Sabda Rasulullah:” Aku tinggalkan dua perkara yang jika kamu sekalian berpegang teguh kepada keduanya tidak akan tersesat selamanya yaitu Al-qur’an dan Sunnahku ( HR. Baihaqi).

By:Amri Evianti

Categories: Aqidah
  1. St.Syahrina heiho sakka
    March 23, 2010 at 7:33 PM

    Allah mha bsr.jd manusia ayolah sholat sebelum km kembalik di alam mue. .dan aq yakin jika km sholat km jg bsa terlindungi oleh syetan,dan mahluk aneh.dan jgn pernah menxerah…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: