Home > Tasawuf > Ngrowot Masih Eksis

Ngrowot Masih Eksis

makan

Ada sebuah fenomena yang dapat ditemukan di Pondok Pesantren Al-Luqmaniyyah alias PPLQ Jogjakarta. Fenomena ini mungkin juga ditemukan di pesantren-pesantren lainnya. Tidak sedikit para santri di PPLQ yang selama beberapa tahun ini tidak menikmati makanan dari bahan pokok beras, misalnya nasi, lontong, arem-arem, dan aneka jajanan dari bahan tepung beras. Hal ini mungkin sedikit aneh bagi sebagian besar masyarakat Indonesia yang notabene menggunakan padi/beras sebagai bahan makanan pokok. Mungkin akan muncul anggapan mereka tak mampu membeli beras sehingga makan singkong ataupun lainnya.

Mereka mampu makan nasi jika memang mau. Masalahnya, sampai sejauh ini mereka meninggalkan itu semua. Hal ini bisa diistilahkan dengan tirakat. Tirakat model ini, yaitu meninggalkan makan berbahan beras, dikenal dengan istilah ngrowot. Aturan main ngrowot ini bisa jadi berbeda-beda antara satu tempat dengan lainnya. Ngrowot model LQ ini adalah seperti yang diterapkan di PP API Tegalrejo Magelang asuhan KH Abdurrahman Khudlori. Maklum saja, pengasuh PPLQ, yaitu KH Najib Salimi, adalah lulusan salah satu pesantren besar di Jawa Tengah tersebut. Ngrowot model LQ menuntut santri yang menjalaninya untuk tidak makan makanan berbahan dasar beras, jenis makanan umumnya masyarakat setempat. Tirakat ini dijalani minimal selama 3 tahun atau bisa selama-lamanya. Beberapa santri menjalani tirakat ini mulai dari saat ia di pesantren hingga ia melangsungkan akad nikah.

Apakah tirakat model demikian diperbolehkan dalam Islam ?

Sebagaimana kita tahu, Islam mengajarkan puasa sunah bagi pemeluknya sebagai salah satu ibadah sekaligus cara olah jiwa. Namun, Islam tidaklah mengajarkan pemeluknya untuk meninggalkan makanan yang dihalalkan baginya. Jika sejenis ngrowot dianggap sebagai ibadah murni yang diajarkan secara langsung dalam Islam tentunya hal ini sebuah kekeliruan.

Lalu, dengan alasan apa mereka meninggalkan makan makanan berbahan beras ?

Sebagaimana telah disebutkan, ngerowot ini adalah salah satu macam tirakat. Tirakat adalah perbuatan atau tindakan seseorang meninggalkan sesuatu demi mengendalikan keinginan hawa nafsu sehingga dapat dengan mudah mendekatkan diri kepada Yang Maha Esa. Jadi, ngrowot adalah sejenis olah jiwa.

Maklum saja, dengan meninggalkan jenis makanan umumnya masyarakat, seseorang menjadi tidak mudah untuk banyak makan, makan banyak, ataupun apa lah.

Pada dasarnya, makan makanan dari beras adalah sesuatu yang mubah, bukan haram ataupun wajib. Nah, jika orang yang melakukan tirakat ngrowot lalu meyakini bahwa beras adalah haram maka ia telah keliru karena telah menganggap haram sesuatu yang dihalalkan oleh Allah SWT.

Kalau tidak makan nasi, lalu santri LQ tadi makan apa ?

Jawabannya adalah OYEK.
Siapa tahu apa ini ?

By : Kang Irfan

Categories: Tasawuf Tags: , ,
  1. Rayon Saintek
    May 18, 2009 at 10:53 PM

    ngrowot sepakat..
    ngoyek yo sepakat…
    nyego yo sepakat…
    nek ngoyek, pendak ndino lawuhe enak2 trus piye?

  2. your friend
    June 12, 2009 at 11:32 AM

    saya bnar-benar salut pada mereka yang mau menjalani tirakat tersebut, tapi sempat trbesit dalam pikiran saya sebuah pertanyaan, apakah mereka melakukan ngrowot trsebut hanya untuk mencapai keinginan mereka semata? adakah niatan yang lain yang mungkin menjadi alasan yang lebih penting dari mereka melakukan hal itu? menurut anda sendiri bgm? apakah anda jg melakukan tirakat itu?, trus kalo boleh saya tahu keinginan anda melakukan hal tersebut apa/? dan sebelum pamit saya jg ingin menenyakan sebenarnya latar belakang atau asal mula dari adanya hal itu apa sih? maaf ya ,kalo pertanyaannya banyak bgt, soalnya saya pengin tahu banyak soal itu. terimakasih

  3. Taufiq
    March 6, 2012 at 12:11 PM

    Artikel ini terlalu dangkal, sama sekali tidak menarik, asal tulis dan tidak memberi pencerahan.
    Kenyataannya bisa menyesatkan. Sangat disayangkan bisa tampil di situs ini.
    Sebaiknya dihapus / dicopot.

  4. orang bingung
    March 28, 2012 at 2:33 PM

    kenapa ngrowot, apa alasan orang dulu melakukan itu, truz awal mula ngrowot dari mana??????

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: