Home > Akhbar/News > KH. Chudlori: Khidmah di Pesantren, Kunci Ilmu Barokah

KH. Chudlori: Khidmah di Pesantren, Kunci Ilmu Barokah

KH. Chudlori Abdul Aziz (tengah) beserta Dewan Asatidz dalam Tasyakuran Khotmil Kutub pada Selasa malam (04/6). Foto: Fadhil/PPLQ

KH. Chudlori Abdul Aziz (tengah) beserta Dewan Asatidz dalam Tasyakuran Khotmil Kutub pada Selasa malam (04/6). Foto: Fadhil/PPLQ

Pondok pesantren itu diibaratkan sebagai sawah. Pondok pesantren merupakan tempat mengolah ilmu dimana hasilnya akan dipetik besuk setelah berada di masyarakat. Perjuangan di pesantren pasti akan menuai hasilnya kelak di masyarakat. Hal tersebutlah yang disampaikan Romo KH. Chudlori Abdul Aziz, Pengasuh PP. Al-Anwar Ngrukem Bantul, saat memberikan mauidhoh hasanah dalam acara Pengajian Khotmil Kutub Pondok Pesantren Al-Luqmaniyyah (PPLQ) pada Selasa malam (04/6).

Lebih lanjut KH. Chudlori Abdul Aziz yang merupakan abah dari pengasuh PPLQ, Nyai Hj. Siti Chamnah Najib, memberikan nasihat kepada sekitar 300 santri PPLQ yang mengikuti acara tersebut bahwa jika ingin mendapatkan ilmu maka harus ada usahanya. “Kalau ingin pintar ya belajar. Tapi setelah pintar apa manfaat dari ilmu yang kita cari itu? Maka dari itu, carilah ilmu yang bermanafaat. Agar mendapat ilmu yang bermanfaat maka harus diriyadhohi,” tutur KH. Chudlori.

Ilmu yang manfaat, lanjut beliau, masih belum tidak cukup. Karena selain manfaat, ilmu juga harus barokah. Untuk mendapatkan ilmu yang barokah salah satu caranya yaitu dengan berkhidmah secara ikhlas di pesantren. “Maka dari itu, bagi para santri seharusnya bersyukur diberi kesempatan berkhidmah di pesantren. Jangan malah menghindar dan mengeluh saat diberi amanah jabatan di pesantren,” tutur KH. Chudlori.

Acara pengajian dalam rangka tasyakuran khotmil kutub ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan PPLQ setiap akhir tahun pelajaran di pesantren. Hadir dalam acara tersebut Kyai Nur Charis Salimi, Kyai Nasihin Salimi, Kyai Baidhowi dan seluruh dewan asatidz PPLQ. Ustadz Irfan Antono selaku Ketua Dewan Pendidikan PPLQ dalam sambutannya menuturkan bahwa acara Khotmil Kutub merupakan sarana untuk merenungkan dan menyadari kembali bahwa ternyata proses pembelajaran di pesantren dalam satu tahun pelajaran telah selesai.

“Satu tahun proses belajar yang berjalan kita renungkan. Selain bersyukur juga harus muhasabah diri. Bagaimana proses pembelajaran yang telah dijalani para santri dan asatidz selama satu tahun berlalu,” terang Ustadz Irfan.

Ustadz Irfan Antono menambahkan bahwa selain itu kita semua harus mempunyai himmah atau ghirrah untuk memperbaiki kualitas belajar kita. “Dewan Pendidikan menyadari bahwa semangat santri tidak beda jauh dengan semangat para asatidz dimana ada kalanya bertambah dan ada kalanya berkurang,” terang Ustadz Irfan.[Romdlon]

  1. miph
    June 5, 2013 at 5:55 AM

    Krg 1 niku. . Ngendikane KH.khudhori enten 3 kuncine.
    Ilmu manfaat–> riyadhoh
    Ilmu barokah–> khidmat
    TAWAKAL. .

  2. Nur
    June 5, 2013 at 1:07 PM

    Ojo kyai lah mas,kang wae

  3. hehehe
    September 24, 2014 at 7:24 PM

    jangan di artikan sepihak, kan ngendikane nek pengen bisa ya sinau, pengen manfaat yo riyadloh, pengen berkah yo khidmah, jangan di penggal, itu harus ketiganya

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: