Home > Opini Santri, Santai > RASA BARU UNTUK HARI-HARIMU!

RASA BARU UNTUK HARI-HARIMU!

Selamat datang tahun 2014!

Memulai lagi dari langkah yang awal yang bernama angka dan bulan 1 Januari. Orang memiliki memaknaan yang berbeda-beda menyikapi dan merenungi akan hadirnya tanggal termuda ini. Ialah malam yang lalu, langit malam ramai dengan kemeriahan percikan kembang api yang menyala-nyala, gegap gembita menyambut tahun yang baru. Rasa gembira, haru dan senang menyelimuti masing-masing manusia begitu juga penulis. Namun, terlepas dari itu, ingin penulis berbagi pemikiran dari pemberian makna dari sebuah kata Selamat datang tahun baru 2014!

Tanggal 1 Januari 2014, jika ingin memaknainya

selamat tahun baru 2014

selamat tahun baru 2014

seperti halnya hari-hari biasanya, tak ada yang beda! Toh, tetap saja, matahari terbit dari sebelah timur dan tenggelam dari sebelah barat. Toh, tetap saja, satu hari ini masih 24 jam adanya, tidak kurang apalagi lebih. Toh, tetap saja, kita akan kembali kepada rutinitas kita yang telah menumpuk untuk segera dikerjakan. Toh, juga akhirnya sama seperti hari-hari yang lain.

Dasar! Sungguh tiada istimewanya hari-hari kita jika kita hanya memandang

hari dari sekedar kata “toh!”. Terlalu sempit dan terlalu sederhana kita melihat hari yang kita miliki jika demikian. Janganlah berkata “toh!”. Lihatlah, matahari begitu paginya bangun dan telah bertugas untuk menyinari bumi dengan segala isinya pagi hingga siang nanti. Lihatlah kupu-kupu yang tengah menggeliat bangun sedikit demi sedikit mengepak-ngepakkan sayap untuk kemudian segera dia terbang mencari putik bunga yang segar. Lihatlah, betapa semut telah bergotong-royong untuk memperoleh makanan sebagai sarapan pagi mereka hari ini. Dan lihatlah, teman di sebelahmu, apa yang sudah mereka lakukan di pagi hari ini.

Demikianlah teman, banyak lingkar ruang yang mampu kita lihat dengan sederhana, hingga mampu menghibur diri kita. Teringat, celetukan salah satu kawan yang melihat kucing. “Kok, ya bulu kucing itu berwarna cokelat, campur hitam, campur cokelat, persis seperti sulak!”. Haha. Aku hanya tersenyum geli melihatnya. “Iya juga ya!”.

Kembali pada awal tahun baru 2014. Meski dia memang sama dengan hari-hari yang lainnya, tapi berilah “rasa yang berbeda” untuknya di hari ini dan di hari-hari berikutnya di tahun 2014. Jalan baru telah digelar membentang luas di tahun 2014 yang masih panjang perjalanan hari, tanggal dan bulannya. Hendak dijadikan apa dan bagaimana tahun ini adalah bergantung erat dengan perencanaan yang kita bangun mulai sekarang ini. Percaya tidak, jika apa yang kita lakukan hari ini adalah cermin dari apa yang akan terjadi dengan kita di masa yang akan datang. Jika di masa sekarang kita masih senang menunda-nunda pekerjaan, malas dan merasa bosan dengan belajar, maka akan demikian seterusnya tak jauh beda nasib kita di masa depan. Ya akan tetap senang menunda-nunda pekerjaan, malas dan merasa bosan dengan belajar. Semisal contoh, hari ini aku bangun kesiangan, pukul 8 aku baru beraktifitas. Kuliah menjadi telat, mandi hanya sekedar mandi wajah, motor belum sempat dipanasin sudah lari duluan, dan dengan terengah-engah sampai pula di kelas setelah meniti tangga hingga lantai ke empat. Belum lagi dilirik teman-teman sekelas yang membantin dalam hati “ini anak, tiada hari tanpa terlambat!”.

Dan jika semisal demikian tiada tergerak jiwa dan raga kita untuk berubah, maka akan demikianlah seterusnya. Apakah tidak merasa merugi? Jika belum merasa merugi di masa sekarang maka, akan merugi di masa menyesal yang akan datang.

Yuk, bareng-bareng kita belajar untuk meng”istimewakan hari-hari” yang kita miliki sekarang. Jika belum mampu, mulailah belajar melihat sekeliling kawan-kawan di depan, di samping dan di belakang kita yang telah mampu mendewasakan diri untuk bisa berubah dan mau mengoptimalkan hari-harinya. Teringat pesan Almarhum Almaghfrullah KH. Najib Salimi, “semuanya tergantung dari unsur pembandingnya”. Menurut hemat penulis, kata-kata ini begitu singkat, sederhana tetapi memiliki makna yang luas. Jika di kontekstualisasikan di rasa baru tahun 2014, maka lihatlah diri kita dalam melihat unsur pembanding yang lain. Mau melihat unsur pembanding yang lebih malas atau yang lebih gigih untuk rajin? Akhirnya, semua dimulai dari diri sendiri!  Salam Semangat! (Pelangi Lutfiana)

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: