Home > Akhbar/News > Membangun Santri Berbasis Programmer

Membangun Santri Berbasis Programmer

Agus Aminuddin (kanan) dan Sukmo Wahyu (dua dari kanan) saat mengisi workshop IT di Pondok pesantren Al Luqmaniyyah Yogyakarta, Kamis (4/12/2014). Foto: Chasan/LQ

Agus Aminuddin (kanan) dan Sukma Wahyu Wardhono (dua dari kanan) saat mengisi workshop IT di Pondok pesantren Al Luqmaniyyah Yogyakarta, Kamis (4/12/2014). Foto: Chasan/LQ

Perkembangan teknologi yang semakin canggih mendorong para penggiat dunia maya untuk mengetahui lebih dalam dunia kerja adminnya. Dari hal tersebutlah, pada Kamis (04/12) PP. Al Luqmaniyyah (PPLQ) Yogyakarta membuka ruang diskusi tentang jaringan LAN dan WAN.

Acara workshop jaringan komputer ini terselenggara berkat kerja sama antara PPLQ dengan Lembaga Pengkajian Teknologi dan Informasi (LPTI) Pelataran Mataram Yogyakarta. Hadir sebagai narasumber adalah Agus Aminuddin (staf IT Pemerintah Provinsi Jateng) dan Sukma Wahyu Wardhono (Pimpinan LPTI Pelataran Mataram). Kurang lebih lima puluh santri putra dan putri menjadi peserta dalam acara tersebut.

“Meskipun kita pondok salaf, saya harap bisa menjadi santri yang berbasis programmer,” jelas Ustadz Ari Siswanto selaku Lurah PPLQ Yogyakarta.

Banyaknya pengguna internet di Indonesia membuat pelaku hanya sekedar menjadi konsumen. Seperti yang diungkapkan Sukmo Wahyu Ardhono bahwasannya para pengguna internet itu kebanyakan hanya mementingkan koneksi internet lancar, tanpa ingin tahu bagaimana supaya program yang dijalankan tidak lelet.

Pentingnya proses jaringan ini, membuat admin programmer harus memiliki komitmen. “Seorang admin programmer harus memiliki attitude. Bukan sekedar memprogram suatu jaringan. Karena setiap user memiliki nilai privasi masing-masing,” pesan pemimpin LPTI Pelataran Mataram ini.

Acara yang dilaksanakan mulai pukul 20.00 WIB tersebut berlangsung lancar. Beberapa peserta turut aktif melontarkan pertanyaan kepada pembicara hingga berakhirnya acara pada pukul 22.30 WIB. Pada akhir acara, Lurah PPLQ memberikan cenderamata kepada kedua narasumber.

[Naimatus Sa’diyah]

  1. Nurul Nikmah
    December 11, 2014 at 9:25 AM

    (y)

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: