Home > Akhbar/News > Mukena Terusan Jadi Solusi Penutup Aurat yang Tepat

Mukena Terusan Jadi Solusi Penutup Aurat yang Tepat

Ilustrasi

Ilustrasi

Salah satu rukun Islam yang lima adalah sholat. Dalam pelaksanaannya, ada beberapa syarat, rukun, dan kewajiban yang antara laki-laki dan perempuan terdapat aturan yang berbeda. Salah satu syarat sah sholat adalah menutup aurat. Bagi perempuan, penutupan aurat banyak terjadi ketidaktepatan. Apalagi mukena yang menjadi penutup aurat perempuan saat ini sudah banyak terjadi modifikasi yang kurang sesuai dengan aturan penutupan aurat. Hal itulah yang menjadikan Takmir Putri Pondok Pesantren Al Luqmaniyyah (PPLQ) mengadakan kajian pemakaian mukena di Aula PPLQ, Kamis (5/3).

Materi tentang permasalahan penutupan aurat perempuan disampaikan oleh ketua Dewan Pendidikan PPLQ, Ustadz Kholid Mawardi Irma. Salah satu hal yang mendorong diadakannya acara ini adalah kegelisahan ayahanda Almarhum Almaghfurlah K.H. Najib Salimi, yaitu K.H. Salimi tentang masih adanya santri putri PP Al-Luqmaniyyah yang tidak memakai mukena terusan. Padahal mukena terusan menjadi satu-satunya cara yang paling aman untuk menutupi aurat perempuan saat sholat.

“Saya memiliki tanggung jawab penuh terhadap semua santri. Karena Simbah Kyai Salimi mengamanatkan kepada saya, kalau semua santri putri harus memakai mukena terusan,” tutur Ustadz Kholid.

Dalam acara yang mengusung tema “Perempuan, Aurat, Mukena, dan Mode”, Ustad Kholid mempresentasikan berbagai dalil seputar aurat perempuan yang harus ditutupi. Selain itu Ustadz Kholid juga menyampaikan kenapa perempuan harus memakai mukena terusan dan meninggalkan mukena potongan. Memakai mukena potongan masih menyebabkan aurat perempuan tidak tertutupi secara penuh sehingga menyebabkan tidak sahnya sholat yang dilakukan.

Selain itu Ustadz Kholid juga mengkritik berbagai tren mukena yang saat ini beredar di pasaran. Mukena yang motif dan warna yang mencolok sangat dianjurkan untuk ditinggalkan karena bisa mengganggu kekhusukan sholat orang yang ada di sekitarnya. Begitu juga dengan mukena yang tanpa penutuup kepala yang saat ini tren juga harus ditinggalkan karena mukena tanpa penutup kepala itu belum bisa menutup keseluruhan bahian sekitar wajah yang wajib ditutup.

Acara yang dimulai dari pukul 21.00 wib ini berlangsung diikuti seluruh santri putri Al Luqmaniyyah. Berbagai pertanyaan terkait permasalahan mukena yang ada pun ditanyakan para santri. Agar lebih jelas, dalam acara ini juga dilakukan praktik sholat dengan menggunakan mukena terusan dan potongan sehingga terlihat jelas penyebab tidak dibolehkannya menggunakan mukena potongan. (Naimatus Sadiyah)

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: